Tuesday, 03 March 2026
Jakarta
--:--
Tokyo
--:--
Hongkong
--:--
New York
--:--
Harga emas melemah seiring kenaikan imbal hasil AS
Thursday, 7 August 2025 05:24 WIB | GOLD |GOLD

Harga emas melemah di sesi Amerika Utara, terbebani oleh kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS, para pedagang yang membukukan keuntungan, dan berita bahwa Presiden AS Donald Trump mungkin akan menunjuk pengganti Gubernur Fed Adriana Kugler menjelang akhir tahun. XAU/USD diperdagangkan pada $3.372, turun 0,23%.

Harga emas batangan yang gagal melanjutkan reli yang telah berlangsung selama tiga hari juga disebabkan oleh para pedagang yang membukukan keuntungan, meskipun Presiden AS Donald Trump telah menandatangani perintah eksekutif yang menambahkan pungutan 25% terhadap India karena negara tersebut terus membeli minyak Rusia. Tarif baru India, yang berlaku efektif 21 hari setelah 7 Agustus, akan menaikkan bea atas beberapa ekspornya hingga mencapai 50%.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS sedang naik, dengan imbal hasil obligasi pemerintah AS 10-tahun di 4,241%, naik tiga bps sejauh ini, yang menjadi hambatan bagi XAU. Sebaliknya, Indeks Dolar AS (DXY), yang melacak kinerja nilai dolar terhadap sekeranjang enam mata uang utama lainnya, turun 0,50% ke level 98,25.

Ekspektasi bahwa Federal Reserve (Fed) akan memangkas suku bunga pada pertemuan bulan September tetap berada di sekitar 87%, menurut CME FedWatch Tool. Kontrak suku bunga dana Fed Desember 2025 menunjukkan bahwa pelaku pasar memperkirakan pelonggaran sebesar 58 basis poin (bps) menjelang akhir tahun.

Data ekonomi yang terbatas membuat para pedagang terombang-ambing oleh komentar Presiden Fed Boston, Susan Collins, Mary Daly, dan Gubernur Fed San Francisco, Lisa Cook.(Cay)

Sumber: Fxstreet

RELATED NEWS
NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu...
Thursday, 12 February 2026 19:24 WIB

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data ...

Narasi Cut Rate Menguat, Emas Ikut Terangkat...
Wednesday, 11 February 2026 20:25 WIB

Harga emas menguat pada Rabu (11/2), ditopang pelemahan dolar AS dan turunnya imbal hasil obligasi AS setelah data ekonomi terbaru memperkuat narasi bahwa Federal Reserve berpeluang melanjutkan pelong...

Emas Koreksi, Tapi Geopolitik Pegang Kendali...
Tuesday, 10 February 2026 21:14 WIB

Emas koreksi tipis di sesi Eropa hari Selasa (10/2), tapi masih bertahan di atas $5.000/oz karena pasar lagi "nahan napas" jelang rangkaian data AS yang bisa mengubah ekspektasi suku bunga. Emas spot ...

Emas Bertahan Kuat, Pasar Cuma Nunggu 2 Data Ini !...
Monday, 9 February 2026 14:52 WIB

Emas bertahan di atas level psikologis $5.000 pada awal pekan, ditopang faktor kombinasi yang lagi "pas" buat logam mulia: permintaan fisik dari Tiongkok, ekspektasi suku bunga AS yang lebih rendah, d...

Rebound Emas Tertahan : Pasar Masih Tarik Ulur...
Friday, 6 February 2026 23:09 WIB

Harga emas masih kesulitan mengubah rebound intraday jadi reli yang berkelanjutan. Setelah sempat jatuh ke area $4.654 ( level terendah 4 hari) dan memantul, harga kembali tertolak di dekat $4.900. Pa...

LATEST NEWS
Geopolitik Menahan Minyak, Data Stok Jadi Rem

Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...

NFP Kuat, Emas Melemah : CPI Jadi Penentu

Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...

Reli Terhenti, Hang Seng Tergelincir ; Big Caps Menekan

Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...

POPULAR NEWS